POLUSI UDARA DI DALAM RUANGAN
Percayakah Anda, Udara di dalam ruangan bias lebih kotor daripada di luar Ruangan ?!
Rata-rata kita menghabiskan 80% waktu kita di dalam ruangan. Tingginya biaya hidup dan mahalny ruangan membuat ruangan-ruangan kita semakin
sempit, dengan kecenderungan tingkat kepadatan dan ventilasi yang semakin buruk. Kondisi lingkungan di dalam ruangan seringkali diperparah dengan
zat-zat penyebab polusi seperti asap rokok, debu, jamur dan sepura, tungau, bahan-bahan kimia dari mesin photocopy dan bahan-bahan bangaunan
(perekat, cat) dan juga asap dari masakan. Kontak yang terus-menerus dengan zat-zat ini bias menyebabkan kanker, penyakit-penyakit pernafasan
seperti asma, radang selaput lendir hidung, infeksi kulit dan kemunduran system kekebalan tubuh.
Asap Masakan (dari dapur dan restoran)
Penelitian menemukan bahwa menghirup asap pada saat memasak sama dengan perolok pasif menghirup 6 batang rokok. Meskipun proporsi wanita perokok
di Cina sangat sedikit, tingkat kematian wanita karena penyakit paru-paru sangat tinggi. Para pakar kesehatan mensinyalir adanya hubungan yang kuat
dengan terhirupnya asap masakan dan minyak goreng pada saat memasak.
Bakteri dan Jamur ditemukan hidup di Penyejuk Ruangan: Gedung Perkantoran, Rumah Sakit, Rumah Tinggal, dsb.
Sangat penting membersihkan filter system penyejuk ruangan secara teratur,baik penyejuk yang tersentralisasi maupun unit-unit yang berdiri sendiri.
Kotoran-kotoran di unit-unit penyejuk ruangan akan menyebabkan tumbuhnya Mikro Organisme yang akan mencemari ruangan melalui saluran-saluran AC
pada saat penyejuk dinyalakan. Banyak kasus asma saat ini yang berhubungan erat dengan alergi terhadap Mikro Organisme ini.
Pencemaran Udara karena bahan-bahan kimia (Rumah dan Perkantoran)
Wewangian dan bau dari produk Rumah tangga seperti insektisida, detergent, pengharum ruangan, obat nyamuk, bahan-bahan penata rambut, perekat, cairan
koreksi, kalsium karbonat, dll seringkali tidak sehat, bahkan bias-bisa sebagai penyebab kanker.
Daur Ulang Karbondioksida yang terakumulasi (Perkantoran dan tempat tidur)
Karbondioksida yang terhirup terus menerus di ruang kantor yang tertutup atau tidak cukup berventilasi bias menyebabkan keletihan yang berlebihan
dan berkurangnya konsentrasi para pekerja kantoran. Demikian juga dengan keletihan setelah perjalanan jauh di dalam mobil adalah dikarenakan
buruknya sirkulasi udara di mana oksigen tidak mencukupi untuk menggantikan karbondioksida.
Sumber : Buku Produk Manajemen Bel Air
Intan P.
“Kesehatan keluarga adalah yang terpenting bagi kita”
http://www.sehatdenganaromaterapi.com